Memahami Bacaan Shalat (9): Doa-doa Sujud

Sujud adalah tempat yang paling dekat antara hamba dengan Allah ﷻ. Seorang hamba yang bersujud berarti ia menghinakan dirinya di hadapan Allah ﷻ.  Ia rela menempelkan wajahnya ke tanah sebagai bentuk ketundukannya kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda :

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ

 “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim, no. 482)

Sujud adalah tempat yang pas untuk memperbanyak doa selain doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Karena doa ketika sujud termasuk doa yang mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوْا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” )HR. Muslim, no. 479(

Hanya saja, jika seorang imam dalam keadaan shalat berjamaah maka sebaiknya tidak berlama-lama dalam berdoa agar tidak memberatkan ma’mum.

Do’a sujud kurang lebih sama dengan doa rukuk. Hanya ada sedikit perbedaan di beberapa tempat. Oleh karena itu kami tidak mengulangi pembahasan makna doa-doa sujud yang sudah ada pada doa rukuk.

Catatan: dikarenakan doa sujud banyak yang kandungannya sama dengan doa rukuk maka kami tidak mengulang Penjelasan I’rab yang sama yang sudah dibahasa di pembahasan rukuk

Do’a Sujud 1

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi” (HR. Muslim no. 772)

Atau dengan tambahan seperti berikut ini:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Maha Suci Rabbku Yang Maha tinggi dan pujian untuk-Nya” (HR. Abu Daud no.870 [1])

Do’a ini dibaca 3 kali dalam 1 sujud.

Makna Doa Sujud 1

Kita membersihkan Allah ﷻ Yang Maha tinggi dari seluruh kekurangan karena Allah ﷻ Maha Tinggi atas segala sesuatu. Kita mengucapkan “Yang Maha tinggi” ketika sujud bukan “Yang Maha agung” sebagaimana ketika ruku dikarenakan manusia ketika sujud ada dalam keadaan yang paling rendah. Sehingga dzikir yang sesuai ketika itu adalah dengan meninggikan Allah ﷻ sebagai bentuk pengakuan kehinaan kita di hadapan Allah ﷻ.

Do’a Sujud 2

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484)

Doa Sujud 3

اللّٰهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِيْنَ

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud, hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Telah sujud wajahku kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya, dan Dia membelah pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah  sebaik-baik Pencipta.” (HR Muslim No.771)

Makna Doa Sujud 3

Dengan membaca doa ini kita mengakui bahwa Allah ﷻ lah yang telah menciptakan wajah kita dan tidak ada yang lebih baik dari fungsi wajah seorang hamba selain untuk ditempelkan ke tanah sebagai bentuk ketundukan dan penghinaan diri di hadapan Allah ﷻ.

Doa Sujud 4

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Maha Suci, Maha Quddus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487)

Doa Sujud 5

سُبْحَانَ ذِيْ الجَبَرُوْتِ وَالمَلَكُوْتِ وَالكِبْرِيَاءِ وَالعَظَمَةِ

“Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan untuk memaksa dan pemilik segala sesuatu, yang memiliki kesombongan dan keagungan”  (HR Abu Daud no. 873[2])

 

Doa Sujud 6

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, yang kecil dan yang besar, yang awalnya dan yang akhirnya, yang terang-terangan dan yang rahasia/tersembunyi (HR Muslim No.483)

Makna Doa Sujud 6

Kita memohon kepada Allah ﷻ agar diampuni seluruh dosa kita tanpa terkecuali. Karena kita menyadari bahwa manusia seringkali berbuat dosa.

Penjelasan I’rab

الإعراب الترجمة الكلمة
منادى بحذف حرف النداء مبني على الضم في محل نصب و تقديره يا الله والميم المشددة عوض عن حرف النداء Ya Allah ﷻ اللّٰهُمَّ
فعل أمر مبني على السكون في محل جزم وفاعله ضمير مستتر فيه وجوبا تقديره أنت ampunilah اغْفِرْ
اللام حرف جر والياء ضمير متصل مبني على السكون في محل جر مجرور باللام untukku لِيْ
مفعول به منصوب وعلامة نصبه فتحة مقدرة على ما قبل ياء المتكلم والياء ضمير متصل مبني على السكون في محل جر مضاف إليه dosaku ذَنْبِيْ
توكيد منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه seluruhnya كُلَّهُ
بدل من كله منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Yang kecil دِقَّهُ

 

الواو حرف عطف وجله معطوف على دقه منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Dan yang besar وَجِلَّهُ
الواو حرف عطف وأوله معطوف على دقّه منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Dan awalnya وَأَوَّلَهُ
الواو حرف عطف وآخره معطوف على دقّه منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Dan akhirnya وَآخِرَهُ
الواو حرف عطف وعلانية معطوف على دقّه منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Dan yang terang-terangan وَعَلَانِيَتَهُ
الواو حرف عطف وسرّ معطوف على دقّه منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره وهو مضاف والهاء ضمير متصل مبني على الضم في محل جر مضاف إليه Dan yang tersembunyi وَسِرَّهُ

 

[1] Dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ No. 4734

[2] Dinyatakan shahih olel Al Albani dalam Shahih Abi Daud

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *