Memahami Bacaan Shalat (2) : Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram secara bahasa maknanya adalah takbir yang mengharamkan seorang hamba dari pembatal shalat seperti makan, minum, dan berbicara. Ketika seorang hamba melakukan takbiratul ihram, maka hamba tersebut wajib memfokuskan hati dan pikirannya hanya kepada Allah . Rasulullah ﷺ bersabda:

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُوْرُ ، وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ ، وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ

“Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir, dan penghalalannya adalah salam.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Lafadz takbiratul ihram adalah:

اللهُ أَكْبَرُ

“Allah itu Maha Besar”

Penting untuk diperhatikan agar dalam melafalkan takbir harus tepat panjang dan pendeknya agar tidak mengubah makna. 

Makna Takbiratul Ihram

Lafadz yang agung “Allah ” merupakan nama yang menunjuki atas dzat ketuhanan. Ia adalah nama Allah yang paling utama, paling agung, dan paling masyhur. Seluruh nama Allah ﷻ yang lain disandarkan padanya. Tidaklah seseorang berkata bahwa lafadz “Allah ” adalah salah satu nama “Ar Rahman”.  Sebaliknya,  dikatakan bahwa “Ar Rahman”, “Ar Rahim”,  “Al Maalik”, dan seluruh nama Allah ﷻ yang lain adalah salah satu dari nama-nama Allah ﷻ. 

Ketika seorang hamba mengucapkan takbir “Allah itu Maha Besar”, maka ia meyakini bahwa Allah itu Maha Besar pada dzat-Nya, sifat-Nya, dan nama-Nya. Tidak ada sesuatu apapun yang bisa menandingi kebesaran-Nya. Seorang hamba yang memulai shalatnya dengan takbir memahami dan merasakan kebesaran Allah dibandingkan segala sesuatu. Allah lebih besar dan lebih agung daripada dunia dan seluruh kenikmatannya. Sehingga hanya Allah yang ia jadikan kiblat bagi hatinya sepanjang shalatnya. Sang hamba melepaskan semua urusan dunia dari hati dan pikirannya. Sehingga ia berdiri shalat dengan khusyu, tunduk, dan patuh seraya mengharapkan rahmat-Nya dan berlindung dari adzab-Nya. 

Penjelasan I’rab

الإعراب الترجمة الكلمة
لفظ الجلالة مبتدأ مرفوع بالابتداء وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في آخره  Allah اللهُ
خبر المبتدأ مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في آخره Maha Besar أَكْبَرُ

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *